Minggu, 22 Agustus 2021

Menunggu giliran

 Menunggu giliran


Alkisah ada tiga orang karyawan berprestasi dari sebuah perusahaan. Mereka mendapatkan hadiah tur gratis ke luar negeri. Karyawan pertama bernama Amir, sebagai koordinator, lalu ujang, dan yang ketiga adalah Umar. Perusahaannya memberikan mereka fasilitas penginapan di hotel bintang 5 dan mendapat kamar di lantai 45.

Setelah seharian citi tour, shopping, dan berwisata kuliner, tibalah waktunya kembali ke hotel tempat mereka beristirahat. Tanpa terasa ternyata jam sudah menunjukan pukul 01.00. Sesampainya di lobi hotel, tiba-tiba lampu mati dan lift juga mati, jadi mereka bertiga sepakat untuk naik tangga darurat.

Amir sebagai koordinator berinisiatif membagi tugas agar tidak terasa capek naik sampai lantai 45. Dari lantai 1___15, Amir akan bercerita yang lucu-lucu. Terus mulai dari lantai 16___30 ujang akan bercerita hal yang seram-seram. Dan mulai dari lantai 31___45, Umar mendapat tugas untuk cerita yang sedih-sedih.

Mereka bertigapun mulai naik tangga diawali dengan Amir yang mulai bercerita lucu sampai ketiganya tertawa terpingkal-pingkal, sehingga tidak terasa mereka sudah sampai dilantai 15.

Berikutnya giliran Ujang untuk cerita yang seram-seram, sampai semuanya tegang dan tau-tau sampai dilantai 30.

Di lantai 30 mereka bertiga sudah sangat kelelahan, tapi karena lantai 45 sudah setengah perjalanan maka mereka tetap semangat untuk terus naik.

Sekarang giliran Umar. Dia harus cerita yang sedih- sedih . Umar mulai buka suara.

"Dari tadi sebenarnya aku mau cerita, tapi aku takut nanti kalian sedih semua".
"Cepat ceritakan saja. Kan kita sudah sampai lantai 35 nih.....,," desak Ujang....
Begini ceitanya... Kunci kamar kita.....ketinggalan di mobil!!!!

Amir dan ujang langsung terduduk loyo.

Kenapa kamu tidak cerita dari tadi? hardik keduanya....

Tanpa merasa bersalah Umar langsung menyahut...
"KAN AKU NUNGGU GILIRAN"....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar