joke domba si Udin ini konyol banget, dan endingnya absurd, tapi bikin perut sakit!
sedangkan joke reuni, pembukaannya drama banget, dan punchnya bikin nyesek! hehe, congrats!
*Domba si Udin*
Si Udin punya Domba
bagus,
di Majalaya ada Kontes Domba
sehat, hadiahnya uang Rp300 rb..
si Udin ikut lomba.
..Alhamdulillah dapat Kontes,
hadiahnya uang 300 rb
Dibayar tunai oleh Panitia,
Uangnya 3 lembar 100,- ribuan.
Waktu nerima hadiah, saking gerogi...
Uang yang 300 rb terjatuh, langsung dimakan oleh Domba nya..
Panitia
menyarankan Domba itu minum kopi, terus ditepuk-tepuk pantatnya, agar
Domba nya bisa muntah, dan agar uang yang dimakan bisa kaluar.
Si udin pulang smabil nyari tukang kopi, sambil nuntun si domba
...
Ketika ada tukang kopi si Udin pesan segelas kopi.
Oleh si Udin kopi nya diminumkan ka si Domba, terus ditepuk-tepuk pantatnya,
..hasilnya kaluar lah selembar uang 100 ribu !
Tukang kopi jadi heboh, langsung menawarkan 3 juta agar Domba si Udin jadi miliknya.
_Si Udin menjawab singkat ;_
*"Tidak dijual !"*
Si Udin meminumkann lagi kopi, lalu menepukan lagi pantat Domba nya,
..kaluar lagi uang100 rebu...!!
Tukang kopi semakin panasaran, ditawar lah Domba si Udin jadi 10 juta.
Si
Udin tetap menolak sambil meminumkann lagi kopi ke Domba nya,
ditepukkan lagi pantat Domba nya itu , lalu mutah lagi uang 100 rebu.
Tukang kopi semakin penasaran,
Lalu menawarkan uang 25 juta ke si Udin.
*"Deal !"*
_..kata Udin begitu senang.._
Akhirnya si Domba
jadi milik si Tukang Kopi.
_pagi nya ramai ada berita di headline koran ;_
*"Tatang Tukang Kopi ditahan oleh Polisi karena nendangin pantat Domba sampe mati !"*

REUNI
Pernahkah
Anda merasa menyesal ketika melihat orang seusia Anda dalam hati anda
berpikir, _"pasti saya tidak terlihat setua itu."_
Baiklah.. ini adalah apa yang dialami seorang wanita bernama Wibarwati:
"Nama saya Wibarwati, ketika itu saya sedang duduk di ruang tunggu dokter gigi ku yang baru."
Saya lihat papan di dinding tertulis sebuah nama, lengkap dengan sederet gelar spesialisasinya.
Tiba-tiba
saya ingat sekitar 30 tahun yang lalu, di kelas sekolah menengahku, ada
anak laki-laki tinggi semampai, tampan, berambut gelap, yang namanya
persis sama dengan nama dokter itu.
Mungkinkah dokter ini adalah anak itu, yang dulu diam-diam aku pernah naksir padanya?
Namun
setelah saya perhatikan dia, saya segera membuang pikiran itu. Tidak
mungkin pria botak, gendut, berambut kelabu, dengan wajah melorot itu
adalah dia? Bukan, orang ini terlalu tua untuk menjadi teman sekelasku.
Setelah dia selesai memeriksa gigi saya, iseng saya tanya, apakah dia pernah sekolah di SMA 6 ?
"Ya. Ya, saya pernah sekolah disitu." dia menjawab dengan bangga.
"Kapan kamu lulus?" Saya bertanya lagi.
"Pada tahun 1988", jawabnya. "Mengapa ibu bertanya?"
"Berarti kamu ada di kelasku !!!!", setengah berteriak saya berseru.
Dia menatapku dari dekat.
Kemudian si gendut, tuwek, jompo, jelek, botak, si wajah melorot, si rambut ubanan, si idiot itu malah bertanya padaku,
"Ibu dulu ngajar apa ya?"
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar