Joke ini mengundang senyum, terutama bagi pembaca yang sudah menikah dan ada keinginan berpoligami.
tapi bukan berarti pembaca lain di luar itu tidak bisa tersenyum membaca cerita konyol seperti ini, karena tema yg diangkat dalam joke adalah tema yang lumayan dekat dng kehidupan kita ...
coba deh baca ...
KISAH DOSEN JUJUR
Usai sholat Ied Fitri di masjid Jami' Malang... saya beranjak hendak
pulang. Tapi ketika diparkiran saya menghentikan langkah ketika ada
sebuah tas tergolek di dekat kendaraan saya. Dengan hati-hati saya
angkat tas itu. Sedikit agak berat. Tapi saya tidak tahu
siapa pemilik tas ini.
Rasa penasaran, dengan terpaksa demi untuk mengetahui identitas
pemiliknya, saya buka tas itu dan menemukan sebuah amplop besar dari
nama sebuah bank. Saya baca didalamnya juga ada nama dan alamatnya serta
tulisan sejumlah uang. 5 tumpukan uang pecahan rp.100
ribu. Saya kaget. Antara bingung dan rasa amanah saya keluar masjid.
Uang ini harus dikembalikan ke pemiliknya.
Saya bergegas memacu motor ke alamat yang ada dibungkusan uang itu.
Ketika sampai, saya coba beri salam dan mengetuk pintu pagar rumah.
Keluar seorang laki-laki yg sudah berumur berperawakan tinggi, berkulit
putih cerah kearab-araban yang menanyakan mau ketemu
siapa? Saya bertanya, "Saya mau bertemu Bapak Haji Salim. Apakah ada?"
"Saya nama yang saudara cari. Ada apa ya?"
"Pak Haji tadi sholat di masjid Jami' ?", tanya saya.
"Ya. Betul"
"Pak Haji tadi bawa apa ketika sholat?"
Laki-laki itu menjawab, "Astaghfirullah.. iya .. saya bawa tas coklat
dan dari tadi saya mencari-carinya.. Saya lupa dimana nyimpannya."
Pandangannya kearah saya penuh selidik.
Saya mengeluarkan tas yang tadi diketemukan di masjid. "Tas yang ini bukan pak?"
"Ya... yang itu.. Aduh Alhamdulillaah.. terima kasih nak. Dalam tas ini bapak nyimpan uang dari Bank ."
"Maaf demi untuk mencari pemiliknya terpaksa saya melihat isinya , pak.."
Saya serahkan tas itu dan minta diri untuk pulang.
Tapi saya ditahan pak Haji Salim, "Tunggu nak, ada yang ingin bapak sampaikan padamu sebagai rasa terima kasih bapak."
Pak Salim yang berwajah arab ini lalu memanggil nama seorang wanita.
Tidak lama kemudian muncul seorang wanita cantik berhijab tersenyum
ramah kepadaku. _Masya Allah....
*"Nak ini anak saya. Dia belum menikah. Dia janji akan menikah dengan laki-laki yang baik dan jujur seperti kamu."*
Saya kaget. Dengan tergagap saya berkata, "Maaf pak, saya sudah
beristri. Saya ... saya ..."
Pak Salim tersenyum, dia bertanya dengan sabarnya, "Tenang nak, bapak nanti yang minta idzin ke istrimu. Ada no hpnya?"
Saya mengangguk lalu memberikan no hp tsb. Pak Haji Salim mencatat nomor
HP saya dan langsung menelpon ke istri saya. Tubuh saya tiba-tiba
gemetar saking gemetarnya sampai seperti diguncang-guncang apalagi saat
telpon diberikan kepada saya katanya istri saya
mau bicara, kemudian terdengar suara istri saya sambil
menggoyang-goyang tubuh saya...
_Pa bapa bangun...!
_Tolong angkat Gallon Aqua...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar